Tak lama berselang, sekembalinya adiknya dari kios tempatnya berbelanja, adiknya melihat korban sudah dalam posisi tertelungkup dan tak bergerak.
Mengetahui hal itu, adik korban langsung bergegas pulang ke rumah untuk memberitahu orang tua mereka perihal yang terjadi pada korban.
Sontak orang tua korban bersama sang paman langsung mendatangi lokasi kejadian dan mendapati korban dalam keadaan tertelungkup di tanah dan pada bagian kepala korban mengeluarkan asap.
Paman korban mencoba meraba leher korban untuk memastikan kondisi korban. Dan ketika itu kondisi tubuh korban masih hangat, kemudian mereka pun langsung membawa korban ke RSUD Prof. Dr. W Z Johannes Kupang untuk mendapatkan pertolongan.
Di rumah sakit korban mendapatkan pertolongan pertama dengan menggunakan alat pacu jantung (Defribrilator) dan pada saat alat Defribrilator itu di sentuhkan ke badan korban sebanyak tiga kali, korban sempat bergerak. Namun ketika itu korban mengalami batuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya.
Namun nahas, setelah itu tak ada tanda-tanda pergerakan dari korban, dan dari tim medis menyebutkan bahwa nyawa gadis tersebut sudah tidak dapat tertolong. Korban pun meninggal di rumah sakit.
Dugaan korban meninggal dikarenakan tersambar petir yang diketahui berdasarkan keterangan tim medis RSUD Prof. Dr. W Z Johannes yang mengatakan korban mengalami sambaran sengatan petir pada bagian kepala yang mengenai otak dan jantung.
Pada tubuh korban ditemukan beberapa titik luka bakar yakni pada rambut dan kepala, serta luka merah pada bahu sebelah kanan.
Sementara itu, di lokasi kejadian tempat korban diduga tersambar petir juga di temukan seekor binatang tokek yang sudah mati.
Baca Juga : Wanita Tewas Diracun Potasium Oleh Selingkuhan, Jasadnya Dicor Dikubur di Fondasi Rumah

Posting Komentar